FPI Cinta NKRI - Majalah Islam Digital Tafaqquh

FPI Cinta NKRI

3 weeks ago
528

Senin (7/12/2020) dini hari di Tol Jakarta-Cikampek terjadi penembekan 6 laskar FPI. Hal ini sontak membuat geger seluruh masyarakat Indonesia. Apakah gerangan tindakan FPI yang membuat aparat bertindak serepresif itu, sampai harus menyebabkan korban nyawa? Seperti apakah ormas FPI yang distigmatisasi sebagai ormas radikal dan intoleran itu dan apa sebenarnya keinginan mereka? Untuk itu, Tim Reporter Majalah Tafaqquh menyambangi langsung kediaman Ketua DPW FPI Kota Bandung M. Nawawi di daerah Cisaranten Kidul, Bandung  (23/12/2020) untuk menanyakan langsung perihal FPI itu dan apa motivasi mereka. Selamat mebaca!

Terdapat framing sebagai organisasi keras, seperti apa sebenarnya ormas FPI itu?

Jamise Syar'i

Semua muslim mungkin melakukan amal ma’ruf, tapi tidak semua melakukan nahyi munkar. Semacam shalat, zakat, puasa, dll. Itu amal ma’ruf. Tapi menegakkan kebenaran; menegakkan keadilan itu nahyi munkar. Saya lihat bahwa di FPI itu melakukan amal ma’ruf juga nahyi munkar. Amal ma’ruf dan nahyi munkar yang dilakukan oleh FPI itu tidak semena-mena seperti diberitakan oleh media. Contoh kecilnya ‘sweeping’ miras, itu tidak langsung geruduk. Adanya ‘sweeping’ miras karena ada permintaan dari masyarakat. Jadi pertama, setelah ada permintaan dari masyarakat ataupun kita melihat, kita hisbah dulu. Lalu datang ke tokonya kemudian memberi tahu bahwa tidak boleh secara agama. Bagaimana kalau ganti usaha, misalnya. Setelah itu datang melapor ke RT/RW atau polseknya. Lalu misalkan masih terus saja, tidak digubris, maka dilakukanlah yang namanya ‘sweeping’. Kasihan kalau dibiarkan begitu saja. Menurut keyakinan saya, kasihan karena menjual barang-barang haram. Kita sebagai muslim kalau membiarkannya maka ikut berdosa.

Jadi sebetulnya FPI hanya wadah saja, FPI bukan tujuan. FPI ada untuk wadah ijtima’ orang-orang berjuang amal ma’ruf dan nahyi munkar. Jadi kalau beres; keadilan berdiri; peradilan tegak; tidak ada kemungkaran, maka FPI akan bubar sendiri.

 

Seperti apa kejadian sebenarnya terkait penembakan aparat terhadap 6 laskar FPI ?

Adapun kejadian sebenarnya kami mengikuti pusat, tidak jauh seperti Munarman sampaikan. Kalau misalkan disebut membawa senjata, saya sangat-sangat tidak percaya. Karena di FPI sangat dilarang membawa senjata tajam, senjata api, ataupun alat peledak. Di kartu anggota hal-hal itu terlarang. Termasuk pengawal Habib Riziq mereka tentu menjaga. Apalagi untuk mebeli senjata api yang mahal itu tidak mungkin, karena untuk berjihad saja istilahnya sampai jual dulu éntog.

 

Sudah sejauh mana proses hukum yang ditempuh untuk mengusut kasus ini?

Saya kurang paham, biarlah pusat yang mengurus hal tersebut. Namun, yang sangat aneh ialah ketika Munarman, selaku ketua pengacara para korban, kemudian dilaporkan. Sudah mah korban kemudian dilaporkan. Keinginan FPI sama dengan yang lain, yaitu tetap ingin tegaknya keadilan. Kalau seseorang ditangkap, yang ditembak itu kakinya, jangan dadanya. Maka dari itu kami semua mengharapkan keadilannya. Kalau seandainya salah FPI, walau salah kan tidak sepantasnya ditembak. Kalau keputusan hukuman mati juga seharusnya diproses di pengadilan.

 

Pemaknaan jihad menurut FPI itu seperti apa?

Menurut saya, pemahaman jihad itu banyak sekali. Mau menegakkan kebenaran adalah jihad; mau berjuang untuk keluarga juga jihad. Cuma, al-Quran sendiri menyebutkan kuntum khaira ummah ukhrijat linnas ta’muruna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar. Dalam pemikiran saya, ada yang baik ada yang terbaik. Mungkin dalam penilaian ada 7, 8, atau 9. Bagaimana kalau mau 10? Tentu harus melaksanakan amal ma’ruf dan nahyi munkar. Kalau keduanya dijalankan, insya’-Llah, akan mendapatkan nilai terbaik.

Tidak ada di dalam pemahaman FPI keinginan untuk mendirikan negara Islam, justru FPI itu cinta NKRI dan Pancasila. Karena jelas di dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Mahaesa. Maka orang yang tidak berketuhanan Yang Mahaesa tidak Pancasila. FPI tetap menyuarakan yang hak tetap hak, dan yang batil tetap batil baik itu ke elit atau masyarat.

 

Adakah harapan FPI ke depan untuk NKRI?

Saya mengharapkan semua warga masyarakat melek dengan hukum. Karena jangan sampai ada ungkapan tidak usah berpolitik. Semua negara diatur dengan hukum. Siapa yang membuat hukum? yaitu orang politik. Maka harus melek dengen politik juga. Harapan kami semua masyarakat dapat menjaga agama dan negara. Jangan sampai negara kita dirongrong oleh hal-hal yang tidak diinginkan. Negara ingin tentram, makmur, dan ibadah juga ingin tenang. NKRI harga mati itu harus dijaga. Karena FPI cinta NKRI.

 

Reporter: Saeful Ja’far Shidieq

Pewancara: Farhan Fuadi Rahman

Juru Foto: Hayatul Fauji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *