Majalah Islam Digital Tafaqquh
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Wednesday, April 15, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
Majalah Islam Digital Tafaqquh
No Result
View All Result
Home Edisi 3 Bulan Maret 2020

Sunnah Shaum Rajab

tafaqquh by tafaqquh
March 25, 2020
in Edisi 3 Bulan Maret 2020, Mabhats
0
Sunnah Shaum Rajab
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Umat Islam saat ini, di Indonesia khususnya, terjebak pada dua kutub ekstrem dalam menyikapi shaum Rajab. Satu kutub ekstrem menyunnahkan shaum Rajab secara mutlak meski dasarnya hadits-hadits yang dla’if dan maudlu’. Satu kutub ekstrem lainnya membid’ahkan shaum Rajab secara mutlak karena menilai tidak ada satu pun dalil shahih yang bisa dijadikan hujjah meski faktanya diamalkan oleh para shahabat dan disetujui oleh Nabi Muhammad saw. Bagaimana semestinya sikap yang adil berdasarkan ilmu dalam menyikapi shaum Rajab ini?

Al-Hafizh Ibn Hajar adalah di antara ulama hadits yang secara khusus menulis kitab tentang kedudukan hadits-hadits shaum Rajab dalam kitabnya, Tabyinul-‘Ajab bima Warada fi Fadlli Rajab (Menjelaskan Keanehan; Kajian Hadits-hadits tentang Keutamaan Rajab). Menurut ulama besar hadits ini, dari 38 hadits yang ditelitinya tersebut, sebagiannya dla’if, dan sebagiannya lagi palsu (maudlu’), tidak ada satu pun yang shahih. Hanya memang al-Hafizh tidak menampik adanya dua hadits shahih yang bisa dijadikan hujjah untuk mengamalkan shaum Rajab ini. al-Hafizh menjelaskan:

ثُمَّ نَرْجِعُ فَنَقُوْلُ إِنَّ أَمْثَلَ مَا وَرَدَ فِي ذَالِكَ

Kemudian kita kembali ke pembahasan, maka menurut kami, sungguh dalil yang paling tepat dari yang ada seputar itu (shaum Rajab) adalah…

Hadits Shaum Sya’ban

اَلْحَدِيْثُ الْأَوَّلُ. مَا رَوَاهُ النَّسَائِيُّ مِنْ حَدِيْثِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنهما قال: قلت يَا رَسُوْلَ اللهِ لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَ رَمَضَانَ … الحديث. (وهو شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ)

Hadits pertama. Riwayat an-Nasa`i dari hadits Usamah ibn Zaid ra, ia bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa aku tidak melihat anda shaum pada satu bulan sebagaimana shaum anda pada bulan Sya’ban?” Nabi saw menjawab: “Itu adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang, ada di antara Rajab dan Ramadlan, …” silahkan baca kelanjutan haditsnya (yakni: “Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabbul-‘alamin, maka aku sangat ingin ketika amalku diangkat aku sedang dalam keadaan shaum [Sunan an-Nasa`i kitab as-shiyam bab shaumin-Nabiy bi abi huwa wa ummi no. 2357]).

فَهَذَا فِيْهِ إِشْعَارٌ بِأَنَّ فِي رَجَبٍ مُشَابَهَةً بِرَمَضَانَ وَأَنَّ النَّاسَ يَشْتَغِلُّوْنَ مِنَ الْعِبَادَةِ بِمَا يَشْتَغِلُّوْنَ بِهِ فِي رَمَضَانَ وَيَغْفُلُوْنَ عَنْ نَظِيْرِ ذَلِكَ فِي شَعْبَانَ, لِذَالِكَ كَانَ يَصُوْمُهُ.

Maka di sini ada isyarat bahwasanya pada bulan Rajab ada persamaan dengan Ramadlan, dan bahwasanya orang-orang menyibukkan ibadah padanya sebagaimana Ramadlan. Sementara itu mereka abai dari yang senilai dengannya pada bulan Sya’ban. Oleh sebab itu beliau shaum padanya.

وَفِي تَخْصِيْصِهِ ذَلِكَ بِالصَّوْمِ إِشْعَارٌ بِفَضْلِ رَجَبٍ وَأَنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْلُوْمِ الْمُقَرَّرِ لَدَيْهِمْ

Dalam hal beliau mengkhususkan Sya’ban dengan shaum juga ada isyarat tentang keutamaan Rajab, dan bahwasanya itu sudah diketahui dan diakui di tengah-tengah mereka.

Jadi ringkasnya menurut al-Hafizh, hadits shaum Sya’ban di atas menunjukkan bahwa shaum Rajab merupakan amal yang sudah sama-sama diamalkan dan diakui dari sejak zaman Nabi saw dan beliau tidak melarangnya, malah menganjurkannya menambah dengan shaum Sya’ban.

Di antara yang menguatkan sinyalemen al-Hafizh Ibn Hajar di atas adalah hadits riwayat Muslim berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ مَوْلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِى بَكْرٍ وَكَانَ خَالَ وَلَدِ عَطَاءٍ قَالَ أَرْسَلَتْنِى أَسْمَاءُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَقَالَتْ بَلَغَنِى أَنَّكَ تُحَرِّمُ أَشْيَاءَ ثَلاَثَةً الْعَلَمَ فِى الثَّوْبِ وَمِيثَرَةَ الأُرْجُوَانِ وَصَوْمَ رَجَبٍ كُلِّهِ. فَقَالَ لِى عَبْدُ اللهِ أَمَّا مَا ذَكَرْتَ مِنْ رَجَبٍ فَكَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الأَبَدَ

Dari ‘Abdullah maula Asma`, ia adalah paman putra ‘Atha`, ia berkata: Asma` menyuruhku untuk menemui ‘Abdullah ibn ‘Umar dan menanyakan kepadanya mengapa ia mengharamkan sambungan sutra pada pakaian laki-laki, memakai kain pelana unta/kuda berwarna merah, dan shaum Rajab sebulan penuh. ‘Abdullah (ibn ‘Umar) berkata kepadaku (‘Abdullah maula Asma`): “Adapun yang kamu sebutkan tentang Rajab, maka bagaimana bagi yang shaum sepanjang hidupnya… (Shahih Muslim bab tahrim isti’mal ina adz-dzahab wal-fidllah no. 5530).

Imam an-Nawawi menjelaskan maksud hadits di atas: “Adapun jawaban Ibn ‘Umar tentang shaum Rajab, maka itu adalah bantahan darinya tentang berita yang beredar bahwasanya ia mengharamkannya. Sekaligus ia memberitahukan bahwasanya ia shaum sepanjang bulan Rajab, bahkan sepanjang hidupnya. Yang dimaksud tentu dikecualikan hari ‘Id dan tasyriq. Ini adalah madzhab beliau dan madzhab ayahnya, ‘Umar ibn al-Khaththab, ‘Aisyah, Abu Thalhah, dan selain mereka dari salaf umat, juga madzhab Syafi’i dan ulama lainnya, bahwasanya tidak makruh shaum sepanjang tahun/masa. Masalah ini sudah dibahas dalam kitab shaum beserta syarah hadits-hadits yang ada dari kedua belah pihak.” (Syarah Shahih Muslim).

Pertanyaan yang diajukan Asma` binti Abi Bakar melalui Abdullah kepada Ibn ‘Umar di atas memberitahukan bahwa kedua shahabat tersebut mengamalkan shaum Rajab. Bahkan sikap Asma` putri Abu Bakar, adiknya ‘Aisyah, yang keberatan dengan fatwa haram shaum Rajab, menunjukkan bahwa hal tersebut benar-benar aneh baginya. Tegasnya, sangat aneh jika shaum Rajab sampai diharamkan. Padahal itu sesuatu yang sudah maklum diamalkan.

Hadits lainnya:

قَالَ عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الأَنْصَارِىُّ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِى رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ r يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ.

‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata: Aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang shaum Rajab, dan kami saat itu sedang di bulan Rajab. Ia menjawab: Aku mendengar Ibn ‘Abbas ra berkata: “Rasulullah saw itu shaum sampai kami berkata beliau tidak kunjung buka. Dan beliau tidak shaum sampai kami berkata beliau tidak kunjung shaum.” (Shahih Muslim bab shiyam Nabi saw fi ghair Ramadlan no. 2782).

Berdasarkan riwayat di atas diketahui sudah ada pengamalan shaum Rajab di zaman salaf. Mereka menilainya boleh karena bagian dari shaum muthlaq (tidak terikat momentum), dimana Rasul saw secara umum selalu memperbanyak shaum di setiap bulannya meski tetap ada buka shaumnya.

Hadits Shaum Bulan Haram

Al-Hafizh menjelaskan lebih lanjut:

اَلْحَدِيْثُ الثَّانِي. مَا رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ فِي السُّنَنِ قَالَ: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِىِّ عَنْ أَبِى السَّلِيلِ عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ r ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِى قَالَ وَمَنْ أَنْتَ؟ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِىُّ الَّذِى جِئْتُكَ عَامَ الأَوَّلِ. قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ. قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ. ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ. قَالَ زِدْنِى فَإِنَّ بِى قُوَّةً. قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ. قَالَ زِدْنِى. قَالَ صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ. قَالَ زِدْنِى. قَالَ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ. وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا.

Hadits kedua yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Sunan, ia berkata: Musa ibn Isma’il mengajarkan hadits kepada kami, Hammad mengajarkan hadits kepada kami, dari Sa’id al-Jurairi, dari Abus-Salil, dari Mujibah orang Bahilah, dari ayahnya atau pamannya, bahwasanya ia datang kepada Nabi saw lalu pergi. Kemudian ia datang kembali setelah satu tahun berselang dan postur tubuh serta penampilannya sudah berubah. Ia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah anda masih mengenali saya?” Beliau balik bertanya: “Siapa kamu?”  Ia menjawab: “Saya orang Bahilah yang datang kepadamu pada tahun lalu.” Beliau bertanya: “Apa yang telah mengubahmu, padahal dulu badan kamu terlihat berisi?” Ia menjawab: “Aku tidak makan selain malam hari semenjak pertemuan terakhir denganmu.” Rasulullah saw bertanya: “Mengapa kamu menyiksa dirimu? Shaumlah shaum sabar (Ramadlan), dan satu hari dari setiap bulan.” Ia berkata: “Mohon tambah lagi untukku, saya masih kuat.” Beliau menjawab: “Shaumlah dua hari (dari setiap bulan).” Ia berkata: “Mohon tambah lagi untukku, saya masih kuat.” Beliau menjawab: “Shaumlah tiga hari (dari setiap bulan).” Ia berkata lagi: “Mohon tambah lagi untukku, saya masih kuat.” Beliau menjawab: “Shaumlah pada bulan haram, lalu berhentilah. Shaumlah pada bulan haram, lalu berhentilah. Shaumlah pada bulan haram, lalu berhentilah.” sambil berisyarat dengan melipatkan tiga jarinya lalu melepaskannya lagi (maksudnya; shaum tiga hari, lalu buka tiga hari, shaum lagi tiga hari lalu buka lagi tiga hari—‘Aunul-Ma’bud. [Sunan Abi Dawud kitab as-shaum bab fi shaum asyhuril-hurum no. 2430]).

Al-Hafizh menjelaskan fiqh hadits di atas sebagai berikut:

فَفِي هَذَا الْخَبَرِ وَإِنْ كَانَ فِي إِسْنَادِهِ مَنْ لاَ يُعْرَفُ مَا يَدُلُّ عَلَى اسْتِحْبَابِ صِيَامِ بَعْضِ رَجَبٍ لِأَنَّهُ أَحَدُ أَشْهُرِ الْحُرُمِ

Dalam khabar ini—meskipun dalam sanadnya ada rawi yang tidak dikenal—terkandung dalil dianjurkannya shaum pada sebagian bulan Rajab, karena termasuk bulan Haram (bulan haram: Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram).

Karena ada rawi yang tidak dikenal itulah, hadits di atas dinilai dla’if oleh Syaikh al-Albani (dalam Dla’if Abi Dawud) dan Syu’aib al-Arnauth (dalam Ta’liq Sunan Abi Dawud). Kedua syaikh tersebut sama-sama menilai bahwa lelaki orang Bahili tersebut majhul (tidak dikenal). Demikian juga yang meriwayatkan dari orang Bahili tersebut, yakni Mujibah, sama berstatus majhul. Disebutkan dalam sanadnya orang Bahili itu ayah atau paman dari Mujibah. Mujibah itu sendiri diperselisihkan apakah seorang lelaki atau perempuan. Dalam sanad Abu Dawud dan al-Baihaqi disebutkan bahwa ia perempuan, sementara dalam sanad Ibn Majah disebutkan bahwa ia lelaki.

Akan tetapi menurut al-Hafizh Ibn Hajar, yang benar adalah Mujibah orang Bahili itu seorang perempuan dari shahabat, berdasarkan riwayat dari Sa’id ibn Manshur yang tegas menyebutkan: ‘ajuzun min qaumiha; seorang nenek dari kaumnya/Bahilah. Adapun keraguan apakah ia menerima dari ayah atau pamannya, yang tepat adalah ayahnya, berdasarkan riwayat Abu Dawud dan Ibn Majah. Namanya ‘Abdullah ibn al-Harits. Meski demikian, baik itu ayah atau pamannya, kedua-duanya adalah shahabat yang tinggal di Bashrah (al-Ishabah fi Tamyizis-Shahabah no. 10500; Taqribut-Tahdzib no. 6491; Tahdzibut-Tahdzib no. 79). Atau dengan kata lain, lelaki orang Bahili yang datang kepada Nabi saw di atas adalah seorang shahabat dari Bashrah, bernama ‘Abdullah ibn al-Harits, ayah dari Mujibah.

Profil dari Mujibah dan ayahnya sebagai dua orang shahabat dinyatakan juga oleh al-Baghawi dalam Mu’jam as-Shahabah no. 1720; Ibn Qani’ dalam Mu’jam as-Shahabah no. 845, Ibnul-Atsir dalam Usudul-Ghabah fi Ma’rifatis-Shahabah no. 2859, 6213, dan 6394, Ibn Sa’ad dalam at-Thabaqatul-Kubra, dan Abu Nu’aim dalam Ma’rifatus-Shahabah no. 7097.

Dalam kitabnya yang lain, Lisanul-Mizan, al-Hafizh Ibn Hajar menyatakan bahwa Muijbah ini adalah termasuk rawi yang diperselisihkan tetapi perselisihan itu tanpa hujjah (mim-man tukullima fihi bi la hujjah). Maka dari itu, meski ia diperselisihkan, yang tepat adalah menilainya tsiqah (mukhtalafun fihi, wal-‘amal ‘ala tautsiqihi).

Hemat penulis, setelah jelas bahwa Mujibah dan ayahnya atau pamannya, mereka semua adalah para shahabat, maka tidak ada keraguan lagi bahwa mereka adalah orang-orang yang layak dijadikan rujukan dalam hadits. Sebab semua shahabat dipastikan adil (as-shahabah kulluhum ‘udul). Maka dari itu perselisihan seputar siapa Mujibah dan ayahnya, tidak menjadi masalah, sebab perselisihan di antara orang-orang yang tsiqat tidak akan mencederai hadits. Jadi apakah Mujibah itu perempuan atau lelaki; apakah ia menerima dari ayah atau pamannya, semuanya itu tidak jadi masalah, karena yang manapun dari mereka, semuanya adalah shahabat. Dan shahabat pasti adilnya. Itulah sebabnya al-Hafizh Ibn Hajar menyatakan: “Dalam khabar ini—meskipun dalam sanadnya ada rawi yang tidak dikenal—terkandung dalil dianjurkannya shaum pada sebagian bulan Rajab, karena termasuk bulan Haram.” Maksudnya, meski ada yang majhul, tetapi karena dari thabaqah shahabat, maka tidak mencederai hadits. Jangankan yang majhul, yang mubham (tidak diketahui namanya) pun jika dari thabaqah shahabat, maka haditsnya tetap shahih jika sanad ke bawahnya shahih. Hadits tentang shaum bulan haram ini adalah salah satu contohnya.

Wal-‘Llahu a’lam.

Tags: rajabshaumsunnah
Previous Post

Bid’ah Shaum Rajab

Next Post

Ideologi Pancasila Memang Abu-abu

tafaqquh

tafaqquh

Next Post
Ideologi Pancasila Memang Abu-abu

Ideologi Pancasila Memang Abu-abu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

March 11, 2021
Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

January 24, 2021
Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

July 5, 2021
Harta Anak Harta Orangtua

Harta Anak Harta Orangtua

April 2, 2021
Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

7
Salam Semua Agama, Selamat Natal, BID’AH

Konsep Bid’ah Menurut NU

4
Peran Perempuan Dalam Keluarga

Peran Perempuan Dalam Keluarga

0
Degradasi Ulama

Degradasi Ulama

0
Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024

Recent News

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In