Majalah Islam Digital Tafaqquh
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Sunday, May 17, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
Majalah Islam Digital Tafaqquh
No Result
View All Result
Home Hadits Ahkam

Urgensi Bersiwak

tafaqquh by tafaqquh
August 23, 2021
in Hadits Ahkam, Tafsir Hadits
0
Urgensi Bersiwak
0
SHARES
444
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

  1. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ  قَالَ: لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ. أَخْرَجَهُ مَالِكٌ وأَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَة وَذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ تَعْلِيْقًا

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, beliau bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, pasti aku perintahkan mereka bersiwak (semacam sikat/pasta gigi) setiap kali berwudlu.” Malik, Ahmad, dan an-Nasa`i mengeluarkannya, Ibn Khuzaimah menshahihkannya, dan al-Bukhari menyebutkannya secara ta’liq (tidak bersanad).

 

Takhrij Hadits

  1. Muwaththa` Malik kitab at-thaharah bab ma ja`a fis-siwak 132-133.
  2. Musnad Ahmad bab musnad Abi Hurairah 9930.
  3. Shahih Ibn Khuzaimah kitab al-wudlu bab dzikrid-dalil annal-amra bis-siwak amru fadlilah 140.
  4. Sunan an-Nasa`i kitab at-thaharah bab ar-rukhshah fis-siwak bil-‘asyiyyi lis-sha`im 7. Lafazhnya bukan “ma’a kulli wudlu`”, melainkan “’inda kulli shalatin”. Yang lafazhnya “ma’a kulli wudlu`” tidak penulis temukan.
  5. Shahih al-Bukhari kitab as-shaum bab siwakir-ruthab wal-yabis lis-sha`im. Dalam bab ini al-Bukhari meriwayatkannya tanpa sanad (ta’liq). Yang bersanad dituliskan al-Bukhari dalam kitab al-jumu’ah bab as-siwak yaumal-jumu’ah tetapi tidak dengan lafazh “ma’a kulli wudlu`”, melainkan dengan lafazh “ma’a kulli shalatin”.

 

Matan Hadits

Sebagaimana terbaca dalam uraian takhrij hadits di atas, terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan perintah bersiwak di setiap shalat, tidak hanya di setiap wudlu. Matan hadits semacam ini diriwayatkan oleh imam-imam hadits yang lain dengan sedikit perbedaan matan. Misalnya Imam Muslim dengan matan hadits:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ -وَفِى حَدِيثِ زُهَيْرٍ عَلَى أُمَّتِى- لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ

Seandainya tidak memberatkan kaum mu`minin—dalam hadits Zuhair: tidak memberatkan umatku—pasti aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali shalat (Shahih Muslim kitab at-thaharah bab as-siwak no. 612. Imam Muslim meriwayatkan hadits di atas dari tiga rawi: Qutaibah, ‘Amr dan Zuhair. Riwayat Qutaibah dan ‘Amr matannya “tidak memberatkan kaum mukminin”, sementara riwayat Zuhair “tidak memberatkan umatku”)

Riwayat yang serupa dengan riwayat Imam Muslim dari Zuhair di atas diriwayatkan juga dalam: (1) Sunan Abi Dawud kitab at-thaharah bab as-siwak no. 47, (2) Sunan at-Tirmidzi abwab at-thaharah bab as-siwak no. 22, (3) Sunan Ibn Majah kitab at-thaharah bab as-siwak no. 287.

Di samping itu, ada juga variasi matan lainnya sebagai berikut:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَلَأَخَّرْتُ صَلَاةَ الْعِشَاءِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ

Seandainya tidak memberatkan umatku pasti aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali shalat dan pasti aku akhirkan shalat ‘Isya sampai sepertiga malam (Sunan at-Tirmidzi abwab at-thaharah bab as-siwak no. 23; Sunan ad-Darami kitab as-shalat bab yanzilul-‘Llah ila sama`id-dunya no. 1484; Musnad Ahmad bab musnad Abi Hurairah no. 7406, 9589).

 

Syarah Mufradat

Siwak

Siwak secara bahasa maknanya dua: menggosok dan alat untuk menggosok tersebut. Bersiwak maksudnya menggosok gigi atau menggunakan alat penggosok gigi (al-Fiqhul-Islami wa Adillatuhu 1 : 300)

Ibn Qudamah menjelaskan siwak sebagai berikut:

اَلتَّسَوُّكُ: بِعُوْدٍ لَيِّنٍ مُنْقٍ غَيْرِ مُضِرٍّ لاَ يَتَفَتَّتُ، لاَ بِأُصْبُعِهِ وَخِرْقَةٍ مَسْنُوْنٍ كَلَّ وَقْتٍ، لِغَيْرِ صَائِمٍ بَعْدَ الزَّوَالِ

Bersiwak: Menggunakan potongan dahan/kayu yang lembut, membersihkan, tidak membahayakan, tidak berjatuhan seratnya, tidak boleh menggunakan jari dan sobekan kain, disunatkan setiap waktu, kecuali bagi orang yang shaum sesudah tergelincir matahari (zhuhur) (as-Syarhul-Mumti’ ‘ala Zadil-Mustaqni’ 1 : 144-146)

Syaikh al-‘Utsaimin menjelaskan, ‘ud (potongan dahan/kayu) yang bisa digunakan untuk bersiwak tersebut mencakup semua jenis dahan kayu, bisa dari pohon kurma, anggur, atau lainnya. Yang jelas mampu “membersihkan, tidak membahayakan,” dan “tidak berjatuhan seratnya”. Sebab jika membahayakan, seperti merusak gigi dan gusi berarti tidak membersihkan. Atau jika berjatuhan seratnya, berarti juga tidak membersihkan (as-Syarhul-Mumti’ ‘ala Zadil-Mustaqni’ 1 : 144-146). Berarti masuk juga dalam kategori siwak ini semua alat di luar ‘ud yang bisa membersihkan seperti sikat gigi, pasta gigi, cairan pencuci mulut, dan sebagainya yang mampu membersihkan dan tidak meninggalkan madlarat (al-Fiqhul-Islami wa Adillatuhu 1 : 300).

Dalil bahwa siwak menggunakan potongan dahan kayu yang mampu membersihkan adalah ‘urfi (adat/budaya yang berlaku di bangsa Arab) dan isyarat dari sebuah hadits tatkala Rasul saw melarang bersumpah palsu sampai mengambil hak orang lain, meski itu barang yang sedikit dan tidak berharga. Saat itu Rasul saw menegaskan:

وَإِنْ كَانَ سِوَاكًا مِنْ أَرَاكٍ.

Tidak boleh meskipun siwak dari pohon Arak [salah satu pohon yang dikenal di Arab]. (Sunan Ibn Majah kitab al-ahkam bab man halafa ‘ala wamin fajirah no. 2324. Al-Albani: Shahih)

 

Syarah Ijmali

Hadits ini pada hakikatnya menunjukkan adanya perintah, tetapi perintah yang tidak keras karena takut memberatkan umat. Perintah seperti ini sifatnya anjuran dan jatuh pada hukum sunat.

Al-Hafizh Ibn Hajar memasukkan hadits di atas dalam bab wudlu di kitabnya, Bulughul-Maram, sebagai isyarat bahwa bersiwak dianjurkan dalam setiap berwudlu. Adanya riwayat lain yang semakna yang menyebut “setiap kali shalat” dijadikan dasar pendapat fiqh oleh sebagian ulama bahwa bersiwak tidak hanya di setiap wudlu, tetapi juga di setiap shalat; baik shalat wajib atau shalat sunat, baik itu disertai wudlu atau tanpa wudlu jika memang belum batal. Ulama lain, semisal al-Albani mengompromikan dua riwayat hadits di atas pada satu kesimpulan bahwa yang disunatkan adalah bersiwak di setiap kali wudlu hendak shalat (Subulus-Salam ta’liq al-Albani). Jadi kalau untuk shalat Syukrul Wudlu-Tahiyyatul-Masjid dan Rawatib, tidak dianjurkan bersiwak lagi, sebab wudlunya sudah satu paket dengan shalat wajib. Demikian juga untuk shalat Isya yang tidak berwudlu lagi karena belum batal dari sejak Maghrib, tidak dianjurkan bersiwak lagi. Dengan memilih hadits di atas yang menegaskan “setiap kali berwudlu” dan tidak memilih riwayat yang “setiap kali shalat” tampak jelas bahwa Ibn Hajar memilih pendapat ini.

Hadits-hadits yang menjelaskan sifat (praktik) wudlu tidak ada satu pun yang menyebutkan bersiwak sebagai salah satu bagian di dalamnya. Itu berarti bahwa bersiwak ini tidak dilakukan dalam wudlu, melainkan di luar wudlu, bisa sebelum atau sesudah wudlu. Akan tetapi hadits-hadits yang lain banyak menginformasikan bahwa bersiwak ini dilakukan sebelum berwudlu:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ  كَانَ لاَ يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ وَلاَ نَهَارٍ فَيَسْتَيْقِظُ إِلاَّ تَسَوَّكَ قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ

Dari ‘Aisyah: “Nabi saw tidak tidur di malam atau siang hari lalu bangun kecuali beliau bersiwak terlebih dahulu sebelum berwudlu.” (Sunan Abi Dawud kitab at-thaharah bab as-siwak liman qama minal-lail no. 57. Al-Albani: Hadits hasan)

عن ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّهُ بَاتَ عِنْدَ النَّبِيِّ  ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَامَ نَبِيُّ اللهِ  مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَخَرَجَ فَنَظَرَ فِى السَّمَاءِ ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الآيَةَ فِى آلِ عِمْرَانَ (إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ) حَتَّى بَلَغَ (فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) ثُمَّ رَجَعَ إِلَى الْبَيْتِ فَتَسَوَّكَ وَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى ثُمَّ اضْطَجَعَ ثُمَّ قَامَ فَخَرَجَ فَنَظَرَ إِلَى السَّمَاءِ فَتَلاَ هَذِهِ الآيَةَ ثُمَّ رَجَعَ فَتَسَوَّكَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى.

Dari Ibn ‘Abbas: “Bahwasanya ia bermalam di rumah Nabi saw pada suatu malam. Nabi saw lalu bangun di akhir malam, lantas keluar, melihat ke langit sambil membaca surat Ali ‘Imran [3] ayat 190-191. Kemudian beliau kembali masuk rumah, bersiwak, berwudlu, lalu shalat (Tahajjud). Kemudian beliau berbaring lagi.  Setelah itu beliau bangun, keluar, lalu melihat langit sambil membaca ayat yang tadi, lalu pulang, bersiwak, berwudlu, kemudian shalat.” (Shahih Muslim kitab at-thaharah bab as-siwak no. 619).

Hadits ini menginformasikan salah satu cara shalat Tahajjud Rasul saw yang tidak disekaliguskan, melainkan diduakalikan dengan diselingi tidur. Di setiap kali beliau bangun tidur hendak shalat Tahajjud, beliau tafakkur alam lalu bersiwak, berwudlu, dan kemudian shalat Tahajjud. Ini menunjukkan Nabi saw bersiwak dahulu baru kemudian berwudlu. Ini juga menunjukkan bahwa sunatnya bersiwak di setiap kali wudlu, mencakup pula wudlu untuk shalat sunat seperti Tahajjud ini. Bahkan menurut Hudzaifah, amaliah bersiwak sebelum shalat Tahajjud ini rutin Nabi saw amalkan di setiap malam:

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ  إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Dari Hudzaifah, ia berkata: “Nabi saw apabila bangun hendak shalat malam, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (Shahih al-Bukhari kitab al-wudlu bab as-siwak no. 245; Shahih Muslim kitab at-thaharah bab as-siwak no. 616-619)

Selain ketika wudlu, bersiwak juga Nabi saw anjurkan dalam setiap aktivitas lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ  كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

Dari ‘Aisyah: “Nabi saw apabila masuk ke rumahnya yang pertama kali beliau lakukan adalah bersiwak.” (Shahih Muslim kitab at-thaharah bab as-siwak no. 614)

Hadits ini menginformasikan salah satu rutinitas Nabi saw setiap kali pulang ke rumah adalah bersiwak, tentunya demi menjaga kebersihan mulutnya dan menghormati istri-istrinya.

عَنْ أَنَس قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ  أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ

Dari Anas, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Aku sering menekankan kalian agar bersiwak.” (Shahih al-Bukhari kitab al-jumu’ah bab as-siwak yaumal-jumu’ah no. 888)

Hadits ini menegaskan anjuran Nabi saw untuk senantiasa menjaga kebersihan mulut di setiap saat. Anjuran ini sering Nabi saw tekankan, karena berdasarkan sabdanya di riwayat lain, bersiwak itu akan senantiasa menjaga kebersihan mulut juga mendatangkan keridlaan Allah swt. Artinya Allah swt tidak ridla kepada orang yang tidak rutin menjaga kebersihan mulutnya, apalagi sering sengaja mengotorinya dan membiarkannya bau mulut. Orang-orang pun akan benci terhadap orang yang seperti ini, terlebih lagi Allah swt.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridlaan Rabb (Sunan an-Nasa`i kitab at-thaharah bab at-targhib fis-siwak no. 5. Al-Albani: Hadits shahih)

Bersiwak ini meski hukum asalnya sunat, akan tetapi hukumnya menjadi wajib jika mulut berbau tidak sedap dan hendak ke masjid, berdasarkan hadits:

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ الثُّومِ-وَقَالَ مَرَّةً مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ-فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

Barangsiapa yang makan sayur bawang putih ini, -dan pada kesempatan lain beliau bersabda, ‘Barangsiapa makan bawang merah dan putih serta bawang bakung- janganlah dia mendekati masjid kami, karena malaikat merasa tersakiti dari bau busuk yang juga manusia merasa tersakiti (Shahih Muslim kitab al-masajid bab nahyi man akala tsauman au bashalan au kurratsan no. 1282).

Dalam riwayat berikut, Nabi saw memerintahkan bersiwak tidak hanya ketika ke masjid saja, melainkan setiap kali hendak shalat dan membaca al-Qur`an, dengan pertimbangan bahwa malaikat selalu hadir menyimak bacaan al-Qur`an:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا تَسَوَّكَ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي قَامَ الْمَلَكُ خَلْفَهُ فَيَسْتَمِعُ لِقِرَاءَتِهِ فَيَدْنُو مِنْهُ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيْهِ فَمَا يَخْرُجُ مِنْ فِيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ إِلاَّ صَارَ فِي جَوْفِ الْمَلَكِ فَطَهِّرُوا أَفْوَاهَكُمْ لِلْقُرْآنِ

Sesungguhnya seorang hamba bila bersiwak lalu berdiri mengerjakan shalat, maka berdirilah seorang malaikat di belakangnya mendengarkan bacaannya dengan seksama, kemudian dia mendekatinya (atau beliau mengucapkan kalimat seperti itu) hingga malaikat itu meletakkan mulutnya di atas mulut orang yang membaca al-Qur’an, maka tidaklah keluar dari mulutnya bacaan al-Qur’an itu melainkan langsung ke perut malaikat. Oleh sebab itu bersihkanlah mulut-mulut kalian untuk membaca al-Qur’an (Riwayat al-Bazzar dengan sanad yang tidak cacat. Shahih at-Targhib wat-Tarhib no. 215).

Hadits-hadits inilah yang mendorong Ibn Qudamah membuat kesimpulan bahwa bersiwak “disunatkan setiap waktu”.

Keterangan bahwa bersiwak tidak disunatkan bagi yang shaum selepas waktu zhuhur, didasarkan pada hadits dla’if: “Apabila kamu shaum, bersiwaklah di pagi hari, dan jangan di sore hari.” (as-Silsilah ad-Dla’ifah no. 401. Terdapat rawi yang dla’if bernama Kaisan Abu ‘Amr). Atau isyarat dari hadits shahih: “Sungguh bau mulut orang yang shaum lebih wangi daripada minyak kasturi di sisi Allah swt.” (Shahih al-Bukhari bab fadllis-shaum no. 1894). Akan tetapi isyarat dari hadits shahih ini sebenarnya tidak jadi dalil tidak boleh bersiwak selepas zhuhur bagi yang shaum, hanya menjelaskan kedudukannya yang dihormati Allah swt (Taudlihul-Ahkam 1 : 197). Terlebih hadits lain yang shahih menyebutkan Rasulullah saw sering bersiwak meski sedang shaum:

عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ  يَسْتَاكُ وَهُوَ صَائِمٌ. زَادَ مُسَدَّدٌ مَا لاَ أَعُدُّ وَلاَ أُحْصِى

Dari ‘Amir ibn Rabi’ah, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah saw bersiwak ketika shaum.” Dalam riwayat Musaddad ada tambahan: “Sering dan tidak terhitung.” (Sunan Abi Dawud kitab as-shaum bab as-siwak lis-sha`im no. 2366. Al-Albani: Hadits shahih)

Wal-‘Llahu a’lam bis-shawab

Tags: siwak
Previous Post

Lubna Al-Qurthubiyyah Pustakawan Muslimah

Next Post

Praktik Wudlu Nabi saw

tafaqquh

tafaqquh

Next Post
Praktik Wudlu Nabi saw

Praktik Wudlu Nabi saw

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

March 11, 2021
Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

January 24, 2021
Harta Anak Harta Orangtua

Harta Anak Harta Orangtua

April 2, 2021
Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

July 5, 2021
Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

7
Salam Semua Agama, Selamat Natal, BID’AH

Konsep Bid’ah Menurut NU

4
Peran Perempuan Dalam Keluarga

Peran Perempuan Dalam Keluarga

0
Degradasi Ulama

Degradasi Ulama

0
Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024

Recent News

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In