Majalah Islam Digital Tafaqquh
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Monday, May 18, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
Majalah Islam Digital Tafaqquh
No Result
View All Result
Home Artikel Terbaru

Tidak Membatalkan Wudlu, Tetapi Sebaiknya Wudlu Bag.2

tafaqquh by tafaqquh
September 29, 2021
in Artikel Terbaru, Hadits Ahkam, Tafsir Hadits
0
Tidak Membatalkan Wudlu, Tetapi Sebaiknya Wudlu Bag.2
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

  1. عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ : أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ؟ قَالَ: إِنْ شِئْتَ قَالَ: أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ؟ قَالَ: نَعَمْ. أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Jabir ibn Samurah ra: Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw: “Apakah saya harus berwudlu sesudah makan daging kambing?” Beliau menjawab: “Jika kamu mau.” Ia bertanya lagi: “Apakah saya harus berwudlu sesudah makan daging unta?” Beliau menjawab: “Ya.” Muslim mengeluarkannya.

 

Takhrij Hadits

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya kitab al-haidl bab al-wudlu min luhumil-ibil no. 828. Akan tetapi redaksinya lebih panjang daripada redaksi hadits yang diringkas dalam Bulughul-Maram.

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللهِ  أَأَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ قَالَ: إِنْ شِئْتَ فَتَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ فَلاَ تَوَضَّأْ. قَالَ أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ قَالَ: نَعَمْ فَتَوَضَّأْ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ. قَالَ أُصَلِّى فِى مَرَابِضِ الْغَنَمِ قَالَ نَعَمْ. قَالَ أُصَلِّى فِى مَبَارِكِ الإِبِلِ قَالَ لاَ

Dari Jabir ibn Samurah ra: Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw: “Apakah saya harus berwudlu sesudah makan daging kambing?” Beliau menjawab: “Jika kamu mau berwudlulah. Jika kamu mau juga tidak usah berwudlu.” Ia bertanya lagi: “Apakah saya harus berwudlu sesudah makan daging unta?” Beliau menjawab: “Ya, berwudlulah sesudah makan daging unta.” Ia bertanya lagi: “Bolehkah aku shalat di tempat/kandang kambing?” Beliau menjawab: “Boleh.” Ia bertanya lagi: “Bolehkah aku shalat di tempat/kandang unta?” Beliau menjawab: “Tidak boleh.”

Di samping hadits di atas, ada lagi hadits yang matannya memerintah.

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ  عَنِ الْوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ فَقَالَ تَوَضَّئُوا مِنْهَا. وَسُئِلَ عَنْ لُحُومِ الْغَنَمِ فَقَالَ لاَ تَتَوَضَّئُوا مِنْهَا

Dari al-Bara` ibn ‘Azib, ia berkata: Rasulullah saw ditanya tentang wudlu sesudah makan daging unta, jawab beliau: “Berwudlulah.” Beliau ditanya dari sesudah makan daging kambing, jawab beliau: “Janganlah berwudlu.” (Sunan Abi Dawud kitab at-thaharah bab al-wudlu min luhumil-ibil no. 184)

 

Syarah Ijmali

Dalam kaitan berwudlu sesudah makan hewan yang disembelih (jazur) ini, sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi, mayoritas shahabat dan tabi’in, juga tiga imam madzhab; Malik, Abu Hanifah dan ass-Syafi’i, sependapat bahwa hadits-hadits yang memerintahkan atau menganjurkan berwudlu sesudah makan hewan yang disembelih, di-nasakh (digugurkan) oleh dalil-dalil lain yang datang lebih akhir, yakni bahwa Nabi saw tidak berwudlu sesudah makan daging yang dimasak/dibakar.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ كَانَ آخِرُ الأَمْرَيْنِ مِنْ رَسُولِ اللهِ  تَرْكَ الْوُضُوءِ مِمَّا غَيَّرَتِ النَّارُ.

Dari Jabir ibn ‘Abdillah, ia berkata: “Yang paling akhir dari dua perkara (antara wudlu dan tidak wudlu lagi) dari Rasulullah saw adalah meninggalkan wudlu sesudah makan daging yang dimasak/dibakar api.” (Sunan Abi Dawud kitab at-thaharah bab fi tarkil-wudlu` mimma massatin-nar no. 192; Sunan an-Nasa`i kitab at-thaharah bab tarkil-wudlu` mimma ghayyaratin-nar no. 185. Abu Dawud mencantumkan 7 hadits dalam bab ini [tentang gugurnya kewajiban berwudlu sesudah makan daging yang dimasak/dibakar]).

Imam Muslim juga mencantumkan 10 hadits dalam bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar; gugurnya kewajiban wudlu sesudah makan makanan yang dibakar. Di antaranya:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ  أَكَلَ كَتِفَ شَاةٍ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Dari Ibn ‘Abbas: “Sesungguhnya Rasulullah saw makan paha depan kambing, kemudian beliau shalat dan tidak berwudlu lagi.” (Shahih Muslim bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar no. 817).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ أَكَلَ عَرْقًا – أَوْ لَحْمًا – ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَلَمْ يَمَسَّ مَاءً

Dari Ibn ‘Abbas: “Sesungguhnya Nabi saw makan tulang yang berdaging sedikit—atau daging—kemudian shalat tanpa berwudlu lagi dan tidak juga menyentuh air (membasuh tangan atau berkumur-kumur).” (Shahih Muslim bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar no. 818)

عَنْ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِىِّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ  يَحْتَزُّ مِنْ كَتِفِ شَاةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا فَدُعِىَ إِلَى الصَّلاَةِ فَقَامَ وَطَرَحَ السِّكِّينَ وَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.

Dari ‘Amr ibn Umayyah ad-Dlamri, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah saw memotong paha depan kambing, lalu memakannya. Kemudian berkumandang adzan shalat, maka beliau berdiri, menyimpan pisau, shalat dan tidak berwudlu lagi.” (Shahih Muslim bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar no. 820)

عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ  أَكَلَ عِنْدَهَا كَتِفًا ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Dari Maimunah istri Nabi saw: “Nabi saw makan paha depan hewan di rumahnya. Kemudian beliau shalat dan tidak berwudlu lagi.” (Shahih Muslim bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar no. 821)

عَنْ أَبِى رَافِعٍ قَالَ أَشْهَدُ لَكُنْتُ أَشْوِى لِرَسُولِ اللهِ بَطْنَ الشَّاةِ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Dari Abu Rafi’, ia berkata: “Aku bersaksi, sungguh aku pernah memanggang perut kambing untuk Rasulullah saw, kemudian beliau shalat tanpa berwudlu lagi.” (Shahih Muslim bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar no. 823)

Akan tetapi Imam Ahmad ibn Hanbal, Ishaq ibn Rahawaih, Abu Bakar ibn al-Mundzir, Ibn Khuzaimah, Abu Bakar al-Baihaqi, dan Ahlul-Hadits secara umum menyatakan sebaliknya. Menurut mereka, makan hewan yang disembelih membatalkan wudlu, tepatnya untuk unta. Sebabnya, hadits-hadits yang menyatakan tidak ada wudlu sesudah makan hewan yang disembelih di atas itu bentuknya umum, hanya menyebutkan hewan yang disembelih/dimasak/dibakar, beberapa ada yang menyebut kambing saja, dan unta tidak disebutkan dalam hadits-hadits tersebut. Sementara hadits dari Jabir ibn Samurah dan al-Bara ibn ‘Azib jelas shahihnya yang mengecualikan makan daging unta. Maka dari itu yang khusus ini harus didahulukan di atas yang umum. Yang berlaku bukan naskh (pengguguran dalil), tetapi takhshish (pengkhususan/pengecualian). Yakni, makan hewan yang disembelih tidak membatalkan wudlu, kecuali jika hewan yang dimakan itu unta. Jika yang dimakan adalah daging unta, maka harus berwudlu lagi (Syarah an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim). Dalam hal ini juga maka tidak heran jika Imam Muslim menempatkan bab al-wudlu min luhumil-ibil; berwudlu sesudah makan daging unta, sesudah bab naskhil-wudlu mimma massatin-nar; gugurnya kewajiban wudlu sesudah makan makanan yang dibakar. Sebuah isyarat bahwa gugurnya kewajiban wudlu pada makan hewan yang disembelih secara umum. Sementara khusus unta, itu yang dikecualikan pada bab selanjutnya: al-wudlu min luhumil-ibil.

Mengingat kuatnya pendapat jumhur (mayoritas) dari segi kekuatan dan kuantitas dalil, dan juga shahihnya hadits yang mengecualikan unta agar selalu berwudlu sesudah memakannya, maka kami menilai perintah berwudlu sesudah makan unta itu statusnya bukan wajib, melainkan anjuran. Jadi makan hewan yang disembelih tidak membatalkan wudlu. Tetapi khusus untuk unta, sesudah memakannya sebaiknya berwudlu lagi.

Sementara terkait perbedaan jawaban Nabi saw atas pertanyaan shalat di tempat kambing dan unta, ini menurut Imam an-Nawawi termasuk persoalan yang muttafaq ‘alaih (disepakati). Larangan dari Nabi saw untuk shalat di tempat unta karena kotor dan unta ada kemungkinan berjalan atau lari sehingga dikhawatirkan mengganggu shalat. Hal yang sama tidak dikhawatirkan terjadi pada kambing (Syarah an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

 

  1. وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ : مَنْ غَسَّلَ مَيْتًا فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ حَمَلَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ. أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَالتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ. وَقَالَ أَحْمَدُ: لَا يَصِحُّ فِي هَذَا الْبَابِ شَيْءٌ

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang memandikan jenazah hendaklah ia mandi. Siapa yang membawanya hendaklah ia berwudlu.” Ahmad, an-Nasa`i dan at-Tirmidzi mengeluarkannya. At-Tirmidzi menilainya hasan. Ahmad berkata: “Tidak ada satu pun hadits yang shahih dalam hal ini.”

 

Takhrij Hadits

Musnad Ahmad bab musnad Abi Hurairah no. 9485 dan Sunan at-Tirmidzi kitab/abwab al-jana`iz bab ma ja`a fil-ghusli min ghuslil-mayyit no. 993. Sementara untuk an-Nasa`i penulis tidak menemukannya dalam kitab Sunan an-Nasa`i, baik yang as-Sunan al-Kubra ataupun Sunan al-Mujtaba.

Hadits di atas termasuk hadits yang mukhtalaf (diperselisihkan). Baik dalam hal keshahihannya ataupun ke-marfu-annya (apakah sabda Nabi saw ataukah sebatas pernyataan shahabat Abu Hurairah). Maka dari itu Al-Hafizh Ibn Hajar mengutip pernyataan Imam Ahmad yang menyatakan tidak ada ada hadits shahih terkait tema ini. Meskipun demikian, setelah al-Hafizh menelusuri semua sanadnya, beliau menyimpulkan bahwa “dari sejumlah sanad-sanadnya ini diketahui bahwa sejelek-jeleknya status dari hadits ini adalah hasan” (at-Talkhishul-Habir bab al-ghusl). Maka dari itu, beliau menyetujui penilaian hasan dari at-Tirmidzi sebagaimana dinyatakannya dalam Bulughul-Maram di atas. Maka dari itu hadits ini bisa diamalkan. Kalaupun matannya mauquf, statusnya tetap setara marfu’ (marfu’ hukman) karena statusnya hasan.

 

Syarah Ijmali

Imam Malik, as-Syafi’i, dan Ahmad sama-sama menyatakan bahwa perintah mandi dan wudlu dalam hadits di atas, tidak bermakna wajib, melainkan sebatas anjuran demi kebersihan dan kesehatan (Sunan at-Tirmidzi bab ma ja`a fil-ghusli min ghuslil-mayyit). Maka dari itu ada juga yang menyatakan bahwa anjuran wudlu dalam hadits di atas juga cukup dengan mencuci tangan (Taudlihul-Ahkam). Pertimbangannya disebabkan ada hadits-hadits berikut:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ : لَيْسَ عَلَيْكُمْ فِي غُسْلِ مَيِّتِكُمْ غُسْلٌ إذَا غَسَّلْتُمُوهُ إنَّ مَيِّتَكُمْ يَمُوتُ طَاهِرًا وَلَيْسَ بِنَجِسٍ فَحَسْبُكُمْ أَنْ تَغْسِلُوا أَيْدِيَكُمْ

Dari Ibn ‘Abbas ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada kewajiban mandi untuk kalian sesudah memandikan jenazah, sebab sungguh jenazah kalian mati dalam keadaan suci tidak bernajis. Cukup kalian mencuci tangan saja.” (Sunan al-Baihaqi al-Kubra 1 :306. Al-Hafizh menilai sanadnya hasan meski dinyatakan dla’if oleh al-Baihaqi, yakni disebabkan rawi bernama Ibn ‘Uqdah ada kelemahan dari aspek madzhab, bukan karena cacat akhlaq/hafalan [at-Talkhishul-Habir 1 : 253]. Al-Hakim juga menilai sanad ini shahih [al-Mustadrak kitab al-jana`iz no. 1377])

عَنْ ابْنِ عُمَرَ : كُنَّا نُغَسِّلُ الْمَيِّتَ فَمِنَّا مَنْ يَغْتَسِلُ وَمِنَّا مَنْ لَا يَغْتَسِلُ

Dari Ibn ‘Umar: “Kami memandikan jenazah, di antara kami ada yang mandi, ada juga yang tidak mandi.” (Musnad Ahmad 2 : 385, as-Sunan al-Kubra al-Baihaqi 1 : 306. Al-Hafizh menilai sanad hadits ini shahih dalam at-Talkhishul-Habir 1 : 254)

Tags: wudhu
Previous Post

Tidak Membatalkan Wudlu, Tetapi Sebaiknya Wudlu

Next Post

Pantangan Bagi Yang Tidak Punya Wudlu

tafaqquh

tafaqquh

Next Post
Pantangan Bagi Yang Tidak Punya Wudlu

Pantangan Bagi Yang Tidak Punya Wudlu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

March 11, 2021
Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

January 24, 2021
Harta Anak Harta Orangtua

Harta Anak Harta Orangtua

April 2, 2021
Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

July 5, 2021
Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

7
Salam Semua Agama, Selamat Natal, BID’AH

Konsep Bid’ah Menurut NU

4
Peran Perempuan Dalam Keluarga

Peran Perempuan Dalam Keluarga

0
Degradasi Ulama

Degradasi Ulama

0
Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024

Recent News

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In