Sabar Di Masa Sulit

1 month ago
215

Dunia adalah tempatnya ujian. Allah swt menghendaki keadaan manusia berbeda-beda sebagai ujian. Ada orang Mukmin dan kafir, orang sehat dan sakit, orang kaya dan miskin, dan seterusnya. Artinya, bahwa seseorang itu diuji dengan kadarnya masing-masing. Orang yang kaya, dia diuji dengan keberadaan orang miskin. Sepantasnya orang kaya tersebut membantunya dan tidak menghinanya. Sebaliknya orang miskin juga diuji dengan keberadaan orang kaya. Sepantasnya dia tidak hasud terhadap yang kaya dan tidak mengambil hartanya dengan tanpa hak. Dan masing-masing berkewajiban meniti jalan kebenaran. Maka jika kita diuji oleh Allah swt dengan kemiskinan dan kesulitan hidup, hendaklah kita menyikapinya dengan cara-cara yang baik yang telah ditunjukkan oleh agama.

Jika kita simak sejarah Rasulullah saw, Rasulullah saw pernah mengalami kesulitan ekonomi karena diembargo. Pemboikotan/embargo tersebut berjalan cukup lama, sampai 3 tahun. Beliau dan para sahabat sampai makan ranting dan dedaunan, saking ketatnya embargo yang diberlakukan oleh kafir Qurasiy. Dalam 3 tahun masa embargo, Rasulullah saw dan para sahabatnya benar-benar mengalami penderitaan yang luar biasa. Setiap kali sahabat Rasulullah saw akan membeli makanan dari rombongan dagang yang melewati Makkah, selalu tidak berhasil, karena mereka menaikkan harga sampai berlipat-lipat ganda atas desakan dari tokoh Qurasiy yaitu Abu Lahab. Dialah yang berseru, “Wahai pedagang, naikkan harga kalian untuk sahabat Muhammad supaya mereka tidak dapat membeli apapun”.

Penderitaan yang dialami Rasulullah saw dan sahabatnya merupakan bagian dalam menyampaikan dakwah Islam kepada dunia. Dakwah yang dilakukan Nabi saw tidaklah semudah yang kita bayangkan. Ada saja rintangan yang dihadapi Rasulullah saw, tidak hanya pribadi namun hingga keluarga besarnya dan para sahabatnya. Termasuk penderitaan sektor ekonomi yang disebabkan embargo oleh orang kafir.

Kita harus banyak belajar dari ketabahan Rasulullah dan para sahabatnya dalam menghadapi ujian dari Allah swt. Para sahabat saling membantu satu sama lain, saling menolong, dan selalu setia bersama Nabi saw ketika masa-masa sulit. Ketabahan mereka untuk saling membela satu sama lain dibangun berdasarkan perintah Allah swt. Mereka lebih mengutamakan akhirat dibandingkan dunia, dan juga memandang remeh dunia dibandingkan keridhaan Allah swt.

Sikap kesabaran Nabi saw dan para sahabat harus dijadikan teladan oleh kita, apalagi dalam kondisi saat ini. Masa sulit sekarang ini sudah sangat dirasakan oleh kita semua selaku umat manusia, terlebih kita kaum muslimin. Dampak pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi terhadap beberapa sektor. Seperti sektor perekonomian yang efeknya sangat luar biasa. Banyak pekerja yang diPHK, orang miskin semakin miskin, dan banyak juga yang kelaparan. Ini semua tentu tidak kita harapkan sebelumnya. Namun kita harus tetap menerima qadha dan qadar Allah swt dengan usaha dan ikhtiar yang dibarengi dengan kesabaran

Dalam hal ini pun kita harus peduli terhadap sesama, sebagaimana yang dilakukan para sahabat dan Nabi saw yang bahu-membahu saling membantu terhadap kaum muslimin, dibuktikan ketika embargo ekonomi yang melilit mereka. Kesabaran akan menghasilkan kebahagian

وَالصَّابِرِينَ فِي ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Baqarah : 177)

 وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (Ali Imran : 146)

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az Zumar : 10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *