Asrama Pesantren Persis 27 - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Asrama Pesantren Persis 27

11 months ago
418

Pesantren Persis 27 merupakan pesantren yang cukup diminati masyarakat, sampai-sampai banyak warga dari luar kota Bandung yang ingin mendaftarkan anaknya ke pesantren ini. Dikarenakan tidak seluruh santri Pesantren Persis 27 berdomisili di Bandung, Pesantren ini pun menghadirkan sakan (tempat tinggal) atau sering disebut dengan asrama. Sebagaimana dengan ketentuannya, pesantren menghadirkan asrama ini hanya bersifat darurat saja, hanya bagi santri yang jauh tempat tinggalnya dari pesantren dan tidak memungkinkan untuk pulang pergi dari rumah menuju pesantren. Asrama Pesantren Persis 27 ini terletak di lantai paling atas, yaitu lantai lima Pesantren.

Jamise Syar'i

Sebagaimana telah diketahui, seluruh santri asrama dituntut untuk hidup mandiri, segala pekerjaan harus dilakukan sendiri tanpa didampingi orang tua. Pesantren sudah mempercayakan kepada murabbi (pembimbing asrama) untuk menggantikan peran orang tua bagi santri yang tinggal di asrama.

Tidak hanya itu, santri asrama Pesantren Persis 27 juga dituntut untuk hidup lebih luas, lebih berbaur, dengan langsung terjun ke Masyarakat, baik masyarakat sekitar pesantren ataupun masyarakat lingkungan rumahnya. Santri tidak boleh terkungkung hidup hanya di dalam pesantren saja, sebab pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang menghadirkan santri dalam dunia nyata, bukan hanya lingkungan pesantren saja, tapi juga lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan-kegiatan santri asrama dari mulai pagi hingga malam yang sangat padat. Dari mulai pukul 03.00 pagi, santri diharuskan bangun untuk melaksanakan shalat Tahajjud, dan bagi santri Muallimin diharuskan adzan awal sesuai jadwal yang telah ditentukan, kemudian shalat shubuh. Lalu, selepas shalat shubuh santri asrama dianjurkan untuk mengikuti kajian shubuh yang diadakan di masjid-masjid sekitar pesantren.

Selepas itu, santri harus melakukan persiapan untuk sekolah yang dilaksanakan pada pukul 07.00 pagi, seperti: piket asrama; mulai dari dalam asrama, dapur, tempat jemuran dan kamar mandi. Kemudian sarapan, mandi, menyiapkan jadwal pelajaran ataupun menyiapkan hafalan al-Qur’an dan Hadits yang akan disetorkan pada jam pelajarannya. Lalu belajar seperti biasanya, dari pukul 07.00 pagi s.d. 14.30 siang. Kemudian dilanjut dengan ekstrakulikuler bahasa, yaitu bahasa Arab dan Inggris, yang dilaksanakan pada pukul 16.00 s.d 17.15 sore. Setelah itu, pada waktu maghrib, santri asrama dianjurkan untuk mengajar di masjid-masjid sekitar pesantren sampai setelah Isya. Kemudian selepas mengajar, santri asrama juga dianjurkan untuk mengikuti ekstrakulikuler malam, yaitu mengkaji kitab turats ulama. Seperti Kitabul-‘Ilmi, Syarah Shahih Muslim, dan Fathul-Bari’ pada pukul 20.00 s.d 21.00 malam. Disela-sela waktu kosong, santri asrama memanfaatkannya untuk istirahat; baik itu tidur, menghafal atapun membaca buku.

Dalam hal Ibadah, santri asrama diharuskan untuk lebih disiplin dalam menjaga waktu shalat wajib dan melaksanakannya harus secara berjama’ah di Masjid. Di samping itu, santri diperbolehkan untuk shalat di Masjid mana saja asal masih di Lingkungan pesantren.

Dalam hal makan, santri sakan diberi jatah dua kali makan; siang dan sore saja. Untuk sarapan, santri asrama dianjurkan untuk membeli sendiri di penjual-penjual yang ada disekitar pesantren. Namun khusus untuk hari senin dan kamis, santri asrama dianjurkan untuk melaksanakan shaum sunnah senin kamis. Maka pesantren menyediakan sahur bagi santri asrama.

Tentunya semua standar ibadah yang diadakan pesantren dan kegiatan-kegiatan yang lumayan padat ini merupakan bentuk ikhtiar pesantren untuk mencetak santri yang disiplin dan taat pada hal ukhrawi ataupun duniawi. Serta menjadi santri yang tafaqquh fiddin dan selalu mengamalkan amalan-amalan yang wajib ataupun sunnah.

Karenanya, asrama Pesantren 27 Persis bukan dijadikan sebagai barak ataupun ‘sangkar emas’ yang mengurung santri untuk berdiam diri saja di dalamnya, tetapi menjadi markaz untuk merealisasikan tafaqquh fi-ddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *