Majalah Islam Digital Tafaqquh
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Friday, May 29, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu
No Result
View All Result
Majalah Islam Digital Tafaqquh
No Result
View All Result
Home Edisi 3 Bulan Maret 2020

Hukum Makanan dari Acara Bid’ah atau Perayaan Hari Raya Orang Kafir

tafaqquh by tafaqquh
March 6, 2020
in Edisi 3 Bulan Maret 2020, Masa'il, Tanya Jawab
0
Hukum Makanan dari Acara Bid’ah atau Perayaan Hari Raya Orang Kafir
0
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bid’ah dalam agama itu tentu terlarang dalam syari’at Islam. Nabi saw. telah memperingatkan kita semua agar menjauhi perbuatan bid’ah dalam agama.

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“..Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setaip bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud, Bab fi Luzumis Sunnah. No. 4607).

Hadis ini mengisyaratkan bahwa syari’at melarang kita mengadakan, membuat, menghadiri ataupun mendukung acara-acara bid’ah yang bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Meskipun acara bid’ah itu terlarang, ternyata para ulama membedakan status hukum makanan dari acara bid’ah. Imam Ibnu Taimiyah misalnya beliau menegaskan bahwa makanan pemberian dari acara perayaan orang kafir sekalipun itu mubah (boleh) selama bukan sembelihan untuk berhala. Hukum mubah ini berdasarkan riwayat Aisyah ra. ketika ditanya tentang hukum menerima hadiah dari perayaan hari raya seorang majusi, beliau menjawab,

«أَمَّا مَا ذُبِحَ لِذَلِكَ الْيَوْمِ فَلَا تَأْكُلُوا، وَلَكِنْ كُلُوا مِنْ أَشْجَارِهِمْ»

“Adapun makanan yang disembelih karena perayaan hari itu maka janganlah kalian memakannya. Akan tetapi makanlah hadiah makanan dari hasil pohon-pohon mereka” (HR. Ibnu Syaibah. Bab Maa Qolu fi ma Yu’kalu min Tha’amil Majusi. No. 24371)

Begitu pula yang diperintahkan oleh Abu Barzah ra. kepada keluarganya sebagaimana riwayat berikut.

عن أبي برزة: أنه كان له سكان مجوس، فكانوا يهدون له في النيروز والمهرجان، فكان يقول لأهله: ” ما كان من فاكهة فكلوه وما كان من غير ذلك فردوه ” .

 “Dari Abu Barzah bahwasannya ia tinggal diperkampungan majusi mereka dahulu seringkali memberi hadiah kepadanya dalam acara Nairuz  (perayaan awal tahun syamsiah) dan Mihrajan (perayaan enam bulan setelah awal tahun syamsiah). Maka ia berkata kepada keluarganya, ‘hadiah berupa buah-buahan maka makanlah oleh kalian sedangkan selain dari buah-buahan maka kembalikanlah!” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Bab Tha’amul Majusi no. 4424)

Ketika Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah mencantumkan riwayat ini beliau kemudian menjelaskan sebagai berikut,

فَهَذَا كُلُهُ يَدُلُ عَلَى أَنَهُ لَا تَأْثِيْرَ لِلْعِيْدِ فِي المَنْعِ مِنْ قَبُوْلِ هَدِيَتِهِمْ، بَلْ حُكْمُهَا فِي العِيْدِ وَغَيْرِهِ سَوَاءٌ؛ لِأَنَهُ لَيْسَ فِي ذَلٍكَ إِعَانَةُ لَهُمْ عَلَى شَعَائِرِ (8) كُفْرِهِمْ

“Riwayat-riwayat Ini menunjukan bahwa hari raya itu tidak menyebabkan terlarangnya menerima pemberian hadiah mereka. Bahkan hukumnya sama baik pemberian karena hari raya ataupun karena hal yang lainnya (boleh). Karena menerima hadiah dari mereka itu tidak mendukung mereka dalam syi’ar kekufuran mereka” (Iqtidha Shirathil Mustaqim : 52 Jilid 2)

Dengan demikian jika menerima hadiah dan makanan dari perayaan orang kafir saja dibolehkan secara syari’at apalagi menerima hadiah dan makanan dari acara bid’ah yang masih berstatus muslim, maka tentu hukum memakan makanan dari acara bid’ah itu diperbolehkan secara syari’at. Meskipun demikian, terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh seorang muslim jika menerima makanan dari acara bid’ah ataupun makanan dari perayaan hari raya orang kafir. Pertama, jika jika makanan yang diterima dari perayaan orang kafir itu makanan yang haram secara syari’at tentu statusnya haram. Kedua, para ulama mengecualikan hadiah berupa sembelihan untuk berhala. Maka jika hadiah yang diterima itu berupa makanan hasil sembelih untuk berhala tentu statusnya haram (Lihat Bidayatul Mujatahid : 213 Jilid 2). Hal ini berdasarkan firman Allah,

{وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ}

“Hewan yang disembelih bukan karena Allah” (Q.S al-Maidah : 3). Ketiga, tetap melakukan tawashau bil haq saling menasihati dalam kebenaran ketika menerima makanan dari acara bid’ah. Keempat, mengingkari acara bid’ah itu dengan penuh adab, hikmah dan mau’izhah hasanah. Kelima, memaklumi dan memahami perbedaan konsep bid’ah satu sama lain jika bid’ah tersebut masih dalam koridor ikhtilaf masyru’ yang diperbolehkan dan tidak terjatuh pada bid’ah kekufuran dengan tetap menjaga keutuhan ukhuwah islam dan akhlaq-akhlaq mulia. Wallahu A’lam bis Shawwab.

Tags: bid'ahkafir
Previous Post

Pacaran dalam Timbangan Syar’i

Next Post

Hukum Keluar dari Daerah Wabah

tafaqquh

tafaqquh

Next Post
Hukum Keluar dari Daerah Wabah

Hukum Keluar dari Daerah Wabah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

Mengawali Basmalah di Setiap Aktivitas

March 11, 2021
Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

Kontroversi Hadits Menyusui Anak Angkat Yang Sudah Dewasa

January 24, 2021
Harta Anak Harta Orangtua

Harta Anak Harta Orangtua

April 2, 2021
Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

Pemungut Pajak Adalah Ahli Neraka

July 5, 2021
Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

Hukum Menyimpan Uang di Dompet Digital

7
Salam Semua Agama, Selamat Natal, BID’AH

Konsep Bid’ah Menurut NU

4
Peran Perempuan Dalam Keluarga

Peran Perempuan Dalam Keluarga

0
Degradasi Ulama

Degradasi Ulama

0
Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024

Recent News

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

Indahnya Inner Beauty Muslimah Sejati 

August 25, 2025
Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

Imam Ibn Jarir ath-Thabari dan Inspirasi untuk Produktif Menulis Ilmu

August 21, 2025

Amalan Wajib VS Amalan Sunnah

January 12, 2024
Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

Shalat Sebagai Pelipur Masalah Hidup Manusia

January 7, 2024
  • Beranda
  • Kontak
  • Profil
  • Download Majalah
  • Privacy Policy
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
    • Download Majalah
    • Edisi Th1 2020
      • Edisi 11 Bulan Desember 2020
      • Edisi 10 Bulan November 2020
      • Edisi 9 Bulan Oktober 2020
      • Edisi 8 Bulan September 2020
      • Edisi 7 Bulan Agustus 2020
      • Edisi 6 Bulan Juli 2020
      • Edisi 5 Bulan Mei 2020
      • Edisi 4 Bulan April 2020
      • Edisi 3 Bulan Maret 2020
      • Edisi 2 Bulan Februari 2020
      • Edisi 1 Bulan Januari 2020
      • edisi Perdana
    • Edisi Th2 2021
      • Edisi 1 Bulan Januari 2021
      • Edisi 2 Bulan Februari 2021
      • Edisi 3 Bulan Maret 2021
      • Edisi 4 Bulan April 2021
      • Edisi 5 Bulan Mei 2021
      • Edisi 6 Bulan Juli 2021
  • Fatihah
  • Mabhats
  • Tanya Jawab
    • Masa’il
  • Tauhid Akhlaq
    • Tauhid
    • Suluk
  • Tafsir Hadits
    • Hadits Ahkam
    • Hadits Akhlaq
    • Tafsir Ahkam
    • Tafsir ‘Am
  • Istinbath Ahkam
  • Masyakil
  • Tamaddun
  • Ibrah
  • Mar’ah Shalihah
  • Abna’ul Akhirah
  • Mutiara Wahyu

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In