Kunci Pertolongan Itu Sabar dan Shalat - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Kunci Pertolongan Itu Sabar dan Shalat

5 months ago
605

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah [2] : 153)

Tidak ada seorang pun yang tidak membutuhkan pertolongan dalam hidupnya. Semuanya pasti membutuhkan pertolongan, baik itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ataupun dalam menghadapi kesulitan dan musibah yang sedang menimpanya. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini demikian juga. Dari mulai pengusaha kelas kakap sampai pedagang kecil terkena dampaknya. Semuanya pasti membutuhkan pertolongan agar mampu bertahan dalam kesulitan dan segera mendapatkan kelonggaran.

Allah swt sudah mengajarkan kepada umat manusia bahwa pertolongan itu kuncinya ada di sabar dan shalat. Firman-Nya dalam QS. al-Baqarah [2] : 153 di atas menegaskan demikian. Ajaran ini bahkan sudah diajarkan juga kepada Bani Israil sebelumnya sebagaimana ditegaskan dalam QS. al-Baqarah [2] : 45. Ketika umat Islam di periode awal banyak mendapatkan siksaan dari musuh-musuh Islam, Allah swt mengingatkan bahwa siksaan dan kepedihan yang sama juga sudah dirasakan oleh umat sebelumnya, dan kunci mereka bisa mendapatkan pertolongan adalah sabar (QS. al-Baqarah [2] : 214). Ketika dalam perang Uhud umat Islam merasakan kekalahan akibat serangan balik kafir Quraisy dan hampir-hampir merasa putus asa, Allah swt juga mengingatkan bahwa cara satu-satunya agar mereka bisa menang kembali adalah sabar (QS. Ali ‘Imran [3] : 142). Termasuk dalam semua peperangan yang pastinya tidak akan selalu meraih kemenangan (QS. Muhammad [47] : 31). Dalam menghadapi lika-liku kehidupan yang selalu turun naik dalam hal rizki, kunci agar bisa sukses bertahan adalah shalat dan shabar (QS. Thaha [20] : 132). Resep agar Nabi saw kuat dalam melawan penindasan orang-orang kafir adalah shalat tahajjud (QS. al-Isra` [17] : 79, QS. Al-Muzzammil [73] : 1-7); memperbanyak sujud dan tasbih di waktu malam (QS. Qaf [50] : 40, QS. at-Thur [52] : 49, QS. al-Insan [76] : 26). Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya yang mengajarkan hal yang sama.

Nabi saw menguatkan ajaran di atas dengan nasihatnya kepada Ibn ‘Abbas ra: Ketahuilah dalam kesabaran atas hal yang engkau benci terdapat banyak kebaikan, bahwa pertolongan itu datang setelah kesabaran, kelapangan itu datang setelah kesempitan, dan kemudahan itu datang setelah kesulitan (Musnad Ahmad bab hadits Ibn ‘Abbas no. 2804).

Orang yang sabar adalah orang yang kuat jiwanya untuk bertahan dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun. Kekuatannya itu ditopang dengan shalat yang bagus, khususnya shalat malam dengan sujud yang panjang, tasbih yang diperbanyak, dan bacaan al-Qur`an yang tartil. Ketika seseorang kuat jiwanya untuk bertahan, otomatis ia akan selalu menemukan jalan untuk bertahan. Berbeda dengan orang yang rapuh jiwanya dan kemudian terpuruk. Orang seperti ini hanya tinggal menghitung detik saja menunggu ajalnya. Na’udzu bil-‘Llah min dzalik.

Contoh Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *