Para Pejuang Tanpa Lelah di Masa Pandemi - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Para Pejuang Tanpa Lelah di Masa Pandemi

5 months ago
1279

Sejak awal tahun 2020, dunia disibukkan dengan pandemi Covid-19 yang telah menyebar dengan sangat cepat. Dikutip dari worldmeters.info (16/6/20), terdapat 8.295.151 kasus positif Covid-19 yang terdeteksi di seluruh di dunia. Hingga hari ini, baru Selandia Baru yang mencatatkan keberhasilan menangani pandemi Covid-19, ditunjukkan dengan nol positif Covid-19. Sementara di ratusan Negara lainnya, pandemi ini masih belum dapat terkendali. Ketidak pastian tentang bagaimana dan kapan berakhirnya pandemi ini, tentu berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

Jamise Syar'i

Di Indonesia sendiri, hingga hari ini (16/6/20) tercatat ada 40.400 kasus positif covid-19 dengan kesembuhan mencapai 15.703 kasus, sedangkan angka kematian mencapai 2.231 kasus. Upaya penanganan pandemi ini di Indonesia telah banyak dilakukan, salah satunya dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah, dari tingkat Provinsi hingga Kota atau Kabupaten. Terhitung hingga hari ini, lebih dari 3 bulan masyarakat dibatasi ruang aktifitasnya, seperti belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ruang-ruang aktifitas lainnya yang juga dibatasi.

Upaya pengendalian ini bukan tanpa risiko, ada banyak sektor juga yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Angka pengangguran bertambah, pertumbuhan ekonomi yang menurun, umkm hingga perusahaan besar kesulitan, lembaga pendidikan, semuanya terkena dampak yang signifikan akibat pandemi Covid-19. Tidak heran, jika di masa pandemi ini sejatinya semua berjuang, dengan perannya masing-masing dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, ada para petugas medis yang tak kenal lelah berjuang menangani pasien positif Covid-19 yang kian hari terus bertambah jumlahnya. Dokter, Perawat, Tenaga Administrasi Rumah Sakit, Keamanan, dan berbagai peran yang erat kaitannya dengan tenaga medis tengah berjuang dalam menangani laju pandemi. Dikutip dari kompas (28/4/20) ada 25 Dokter yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19. Sedangkan perawat, tercatat ada 20 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 (19/5/20). Tenaga medis memang menjadi yang paling beresiko terpapar Covid-19 dibandingkan dengan masyarakat biasa. Sebab setiap hari, tenaga medis harus berinteraksi dengan pasien positif Covid-19.

Selain harus menerima menjadi orang yang beresiko paling tinggi terpapar Covid-19, banyak tenaga medis yang harus rela tidak berjumpa dengan keluarga dalam kurun waktu yang lama. Hal tersebut demi menghindari penyeberan yang lebih luas dari pandemi Covid-19, yang bisa jadi besar kemungkinan tenaga medis menjadi Carrier atau pembawa. Itulah lika-liku perjuangan yang perlu dilalui oleh para tenaga medis di garda terdepan dalam menangani wabah Covid-19 dengan berbagai resiko yang harus diterima. Tidak ada pilihan untuk berdiam di rumah, tetapi harus tetap berjuang di tengah pandemi yang melanda.

Tidak hanya para tenaga medis, beberapa profesi lainnya juga menjadi para pejuang yang tak kenal lelah. Sebut saja aparat pemerintahan, dari mulai RT hingga tingkat yang lebih atas harus memastikan kesehatan warganya. Bukan hanya terjamin dari Covid-19, tetapi juga terjamin kebutuhan pangannya. Selain itu, ada para pekerja di sektor jasa yang harus tetap kesana-kemari di tengah pandemi dengan pendapatan yang jauh dari kondisi biasanya, ataupun juga para guru yang dituntut lebih untuk inovatif dan adaptif terhadap keadaan untuk tetap bisa mencerdaskan anak bangsa.

Pada akhirnya, semua menjadi pejuang di tengah pandemi Covid-19 hari ini dengan berbagai perannya masing-masing. Pandemi ini memang sebuah masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah sikap dalam menyikapi masalah itu sendiri. Sebab bagi orang yang beriman, apapun yang diperjuangkan, apapun yang dilakukan, dapat menjadi kebaikan selama menyikapinya dengan benar sesuai tuntunan-Nya. Rasulullah saw. bersabda;

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya. (HR. Muslim No. 2999)

Pandemi ini bagian dari ketetapan Allah yang menjadi ujian bagi hambanya di hari ini, namun sikap sabar dan syukur dalam menjalaninya, yang menjadikan hasil dari pandemi ini berbeda. Sebab bagi orang yang beriman tidak ada sesuatu pun yang menimpanya, kecuali menjadi kebaikan selama sabar serta syukur dalam menyikapinya.

Bagi para tenaga medis, yang berjuang tanpa lelah di garda terdepan, ingatlah “Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (Q.S. al-Maidah; 32). Lelah dan letih orang yang beriman akan senantiasa menjadi kebaikan, sebab tidak ada perjuangan yang sia-sia di hadapan Allah Ta’ala. Begitu pun para guru, pekerja, dan siapapun yang sedang berjuang di tengah pandemi ini, selama sabar dan syukur yang ditumbuhkan maka setiap lelah yang lilLah (karena Allah) akan mnejadi tabungan amal kebaikan.

Wallahua’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *