Madrasah Pertama Dalam Islam - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Madrasah Pertama Dalam Islam

3 months ago
9642

Makkah merupakan pusat agama bagi bangsa Arab. Di sana ada peribadatan terhadap Ka’bah dan patung-patung yang disucikan seluruh bangsa Arab. Cita-cita untuk memperbaiki keadaan mereka tentu bertambah sulit dan berat jika orang yang hendak mengadakan perbaikan jauh dari lingkungan mereka. Hal ini membutuhkan tekad membaja yang tidak bisa diguncang musibah dan kesulitan. Dalam menghadapi kondisi seperti ini, tindakan yang paling bijaksana adalah memulai dakwah dengan sembunyi-sembunyi, agar penduduk Makkah tidak kaget karena tiba-tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka.

Dengan turunnya surat Al-Muddatstsir, menjadi satu alasan untuk Rasulullah saw mulai berdakwah.

Jamise Syar'i

Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. (Al-Mudatsir 74: 1-7)

Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat, pengasuh dan budaknya. Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah radiyallahu’anha, istrinya. Dialah yang pertama kali masuk Islam. Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam. Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya, dan Ummu Aiman, pengasuh Nabi Muhammad sejak ibunya masih hidup. Setelah mereka, lalu masuk yang lainnya. Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah. Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam.

Sudah merupakan sesuatu yang lumrah hal yang pertama dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah menyebarkan Islam kepada orang- orang yang dekat hubungannya dengan beliau, baik itu anggota keluarga atau sahabat-sahabat karib beliau. Beliau menyeru kepada Islam, juga menyeru siapapun yang dirasa memiliki kebaikan, yang sudah beliau kenal secara baik dan mereka pun mengenal beliau secara baik, yaitu mereka yang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran, dan mereka mengenal kejujuran dan kelurusan beliau.

Nabi Muhammad mulai merasa perlu mencari sebuah tempat bagi para pemeluk Islam dapat berkumpul bersama. Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya. Pada akhirnya Muhammad memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Semua kegiatan itu dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan siapa pun dari kalangan orang-orang kafir. Rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, yaitu Nabi Muhammad. Beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan di sana. Dari Darul Arqam tersebut banyak pemuda yang memilih Islam sebagai jalan hidup, mereka kerap disebut sebagai As Sabiqunal Awwalun (para sahabat yang pertama masuk Islam). Pemuda-pemuda inilah yang berjuang di sekeliling beliau untuk menegakkan masyarakat Islam yang sebenarnya, menghadirkan kesejahteraan sosial dan keadilan politik serta ekonomi.

Dari uraian sejarah Islam di atas dapat diambil pelajaran bahwa generasi Mujaddid (pembaharu) bisa hadir dari satu tempat yang terpencil dan kecil tapi dengan semangat dan ketulusan menerima ajaran dari seorang guru yang juga terjaga ketulusannya dalam menyampaikan ajarannya, mampu menghadrirkan generasi yang lebih baik. Mereka generasi yang mempelajari agamanya, menjalankan perintah-Nya dan mengikuti sunnah Nabinya.

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S. Ali ‘Imran [4]: 31).

Wallahu’alam bish showwab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *