Mencintai Karena Allah Berpisah Pun Karena-Nya - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Mencintai Karena Allah Berpisah Pun Karena-Nya

3 months ago
9646

Setiap rumah tangga pasti ingin senantiasa diliputi kebahagiaan. Namun dalam setiap perjalanannya pasti Allah berikan ujian, ada konflik, perbedan pendapat, dan sekelumit masalah di dalamnya. Konflik dalam rumah tangga memang hal yang tak bisa di tolak.  Namun,  masalah yang datang di dalam rumah tangga bisa menjadi bumbu-bumbu kebahagiaan yang  didalamnya terdapat hikmah, pembelajaran yang akan menjadikan setiap pribadi dalam rumah tangga menjadi lebih baik, bila kita menyikapinya dengan dasar ketakwaan.

Jamise Syar'i

Setiap pribadi  di dalam rumah tangga harus melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sesuai syari’at Allah SWT. Jika memang tujuan di dalam rumah tangga itu adalah sakinah, mawaddah wa rahmah, pasti setiap konflik yang dihadapi akan disikapi dengan penuh kesabaran dan husnudzan kepada Allah. Karena idealnya rumah tangga seorang muslim akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Terutama publik figur, tokoh masyarakat, sudah selayaknya bisa bijak menghadapi semua permasalahan rumah tangga yang datang karena mereka adalah uswah bagi yang lainnya.

Islam sendiri memberikan solusi dalam menyikapi permasalahan dan perselisihan dalam rumah tangga. Rasulullah SAW menganjurkan setiap pasangan untuk bergaul dengan cara yang baik. Bukankah dahulu ikatan suci ijab qabul didasarkan keimanan?  Maka,  ketika marahpun sebisa mungkin kita kembalikan kepada landasan keimanan kepada Allah. Jangan menghadirkan amarah di depan pasangan karena ini adalah salah satu langkah syaitan dalam menjerumuskan rumah tangga jauh dari ridha Allah SWT.  Tenangkan diri dan introspeksi atas setiap kesalahan yang kita lakukan. Jadikan setiap masalah ataupun ujian sebagai sebab pengampunan dosa dari Allah SWT.

Hendaklah setiap pasangan  menyadari akan kekurangan dan kelebihan pasangannya. Setiap manusia tak pernah luput dari salah. Maka apabila ada kesalahan yang diperbuat pasangan kita, hendaklah bersabar, bangun komunikasi yang baik di saat yang tepat. Kebanyakan konflik rumah tangga berujung pada perpisahan dikarenakan kurang baiknya komunikasi dari setiap pasangan. Kemudian saling menasehati, dan lakukanlah ishlah (perdamaian). Allah SWT berfirman:

وَاِنِ امْرَاَةٌ خَافَتْ مِنْۢ بَعْلِهَا نُشُوْزًا اَوْ اِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ اَنْ يُّصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۗوَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗوَاُحْضِرَتِ الْاَنْفُسُ الشُّحَّۗ وَاِنْ تُحْسِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا

Artinya: “Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (Q.S Annisa: 128).

Selanjutnya maafkanlah, karena kata maaf bisa menjadi gerbang setiap pasangan untuk lebih membangun keluarga yang harmonis dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hendaknya setiap pasangan jangan mendzalimi pasangannya baik itu dengan ucapan ataupun perbuatan.  Jikalau memang perlu, berpisah tempat tidur  demi menenangkan keadaan namun tetap disertai ‘itikad semoga bisa memperbaiki keadaan. Allah SWT berfirman :

وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya : “Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang) dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Surat An-Nisa ayat 34).

Namun bila semua cara telah ditempuh dan permasalahan terus berlanjut antara keduanya dan keduanya sudah tidak mampu menegakkan batasan-batasan Allah diantara keduanya sehingga aturan Allah telah terabaikan di dalamnya, maka ketika itu perceraianpun sudah tidak bisa terelakkan, Allah SWT berfirman :

وَاِنۡ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ

Artinya : “Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah : 227).

Namun Islam sendiri melarang seorang suami begitu mudahnya mengatakan kata cerai, ataupun seorang istri dengan seenaknya mengajukan perceraian, sebaiknya fikirkan terlebih dahulu mafasadat (kerusakan) yang akan timbul dari perceraian itu. Dan jika memang perceraian ini harus terjadi, maka hendaklah bercerai dengan baik tanpa menorehkan kedzaliman, rasa dendam, namun disertai keikhlasan, saling memafkan atas setiap kesalahan  dan jangan membuka aib yang pernah terjadi di antara keduanya.

 Wallahu ‘alam bish-shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *