Piagam Kemerdekaan RI - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Piagam Kemerdekaan RI

3 months ago
1043

75 tahun yang lalu founding fathers membentuk satu lembaga untuk merumuskan dasar negara merdeka Indonesia. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) merumuskan dasar-dasar negara merdeka melalui persidangan dari tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Hasil persidangan kemudian digodok oleh Tim Sembilan hingga melahirkan “piagam kemerdekaan RI” yang dikenal dengan Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Piagam ini kemudian dijadikan Pembukaan UUD 1945 dengan sedikit perubahan pada sila pertama Pancasila yang semula: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya”, menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Dalam “piagam kemerdekaan” tersebut dengan jelas diulang sebanyak empat kali kata “kemerdekaan” dalam tiga alinea pertamanya. Pada alinea ketiga dengan eksplisit disebutkan: “Atas  berkat  rahmat  Allah  Yang  Maha  Kuasa  dan  dengan  didorongkan  oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Pernyataan “berkat  rahmat  Allah  Yang  Maha  Kuasa” merupakan penegasan bahwa bangsa ini mengakui Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Bangsa yang baru merdeka ini menyadari bahwa kemerdekaan itu adalah penghambaan kepada Allah, bukan kepada makhluk atau ajaran-ajaran yang dibuat makhluk. Yang terakhir ini menunjukkan bahwa sebuah bangsa belum merdeka sebab ia masih diperbudak dan terjajah oleh sesamanya. Jika penghambaan itu kepada Allah swt maka artinya manusia sudah memerdekakan dirinya dari segala sesuatu yang tidak sakral dan hanya kepada Allah swt saja kesakralan itu adanya.

Ikrar tersebut merupakan kesadaran bahwa kekuasaan Allah swt merupakan keyakinan bangsa ini. Maka segala upaya yang hendak memilah-milah kekuasaan Allah swt menjadi hanya pada wilayah privat dan tidak boleh ada di wilayah publik; ekonomi, sosial, politik, dan budaya adalah sebuah pemerkosaan terhadap kekuasaan Allah swt. Ideologi sekularisme ini menjadikan bangsa Indonesia tidak merdeka karena mereka masih diperbudak makhluk.

Piagam kemerdekaan tersebut kemudian menegaskan kemerdekaan dalam aspek materi, di samping aspek ruhani berupa penghambaan kepada Allah swt. Para pendiri negara ini merumuskan bahwa kemerdekaan itu harus “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Jika masih banyak bagian dari bangsa ini yang merasa tidak dilindungi oleh Negara, banyak kekayaan alam yang dieksplorasi untuk kekayaan segelintir orang saja, banyak masyarakat yang masih jauh dari sejahtera, pendidikan yang diselenggarakan Negara belum mencerdaskan melainkan menciptakan robot-robot kerja, dan Negara juga kurang berperan dalam menghentikan penindasan di berbagai Negara dunia, maka berarti Republik yang dicintai ini masih belum merdeka. Negara ini masih memperjuangkan kemerdekaannya. Tetapi sungguh sangat disayangkan hanya segelintir orang saja yang saat ini masih memperjuangkannya. Mayoritasnya acuh dan hanya memikirkan kepentingan dirinya saja.

Contoh Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *