Menanamkan Ketauhidan Kepada Anak

3 weeks ago
866

Pengajaran tauhid merupakan manhaj para Nabi dalam mentarbiyahkan putra-putri mereka. Penanaman tauhid merupakan pondasi utama dalam dunia pendidikan Islam, dan harus dihadirkan di awal pertumbuhan sang anak, sehingga tertanam dalam jiwa sang anak dari semenjak kecil pengenalan terhadap Allah Sang Pencipta.

Fitrah tauhid telah ada dalam diri sang anak, tinggal tugas kita sebagai orang tua untuk menjaga dan menumbuhkan fitrah ini. Allah SWT berifrman :

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ  

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S Ar-Ruum [30]) : 30).

Dalam hadits Nabi dijelaskan bahwa setiap anak terlahir dengan fitrah keislaman, yaitu bertauhid kepada Allah. Namun pola didik orang  tualah yang mempengaruhi fitrah itu, akankah tertanam baik ataukah menjadi rusak. Rasulullah saw bersabda :

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

“Setiap manusia yang lahir, mereka lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani” (HR. Bukhari-Muslim).

Prioritas pengajaran tauhid dinilai sangat penting karena ketauhidan merupakan syarat syahnya amalan seseorang yang terwujud dalam perkataan, keyakinan dan amalan ibadah maupun keseharian. Pengajaran tauhid terhadap anak akan menuntun anak untuk mengenal Allah yang berimbas pada pemahaman  tujuan hidup di dunia hanya untuk mendapat ridha Allah Swt.

Menanamkan ketauhidan kepada anak sangat penting ditanamkan orang tua, karena erat kaitannya dengan ibadah dan akhlak kita dalam menjalani kehidupan. Ketauhidan mengajarkan kesabaran dalam beribadah karena tugas manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah dan semua ini memerlukan perjuangan agar anak-anak kita menjadi generasi Rabbani yang jauh dari langkah-langkah syetan. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran, bahwa dalam kehidupan dunia akan terjadi rebutan generasi antara syetan dan manusia (QS. Al-Isra [17]: 62).

Ketauhidan kepada Allah juga akan melahirkan kesungguhan dalam memperjuangkan kehidupan akhirat dan menjauhkan dari akhlak yang jelek, yang dapat memalingkan diri dan orang lain dari ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Pengajaran tauhid juga berpengaruh untuk menangkal pemikiran-pemikiran menyesatkan; kebarat-baratan yang menjauhkan hidup dari tuntunan syari’at Islam.  Dan akan menjadikan pribadi anak dekat dengan Allah, mencintai Allah, membenci karena Allah dan beribadah dengan benar.

Penanaman tauhid kepada anak bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, mengenalkan Allah sebagai Sang Pencipta. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengenalkan anak-anak terhadap kebesaran Allah terhadap segala ciptaan-Nya yang nampak. Kedua, menanamkan akidah yang benar dan menjauhkan anak terhadap praktek-praktek syirik. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Lukmah saat menasihati anaknya (QS. Lukman [31]: 13). Ketiga, memberikan keteladanan dalam beribadah dengan cara mengajak dan melibatkan anak dalam menjalankan ibadah, seperti shalat, dzikir, dan lain sebagainya. Keteladanan dalam beribadah seperti melibatkan anak usia dini dalam shalat, baik itu menggendong anak ketika shalat, mengajarkan kalimat-kalimat thoyyibah, dan dzikir kepada Allah. Sedangkan penerapan dalam beribadah dapat dilakukan ketika anak menginjak usia tamyiz, dengan cara memberi nasehat, mengajarkan shalat, mengaji, dan ibadah yang dilakukan bukan hanya sebatas rutinitas kewajiban, tapi merupakan bentuk penghambaan secara maksimal dan benar terhadap Allah,  yang akan menjauhkan kita dari perbuatan keji dan munkar. Keempat,  menerapan akhlak mahmudah dengan cara menghidupkan shunnah-shunah Rasul, menjauhkan sang anak dari perkara syubhat dan haram. Dan tentu ini bukan perkara yang mudah, terlebih tantangan di zaman sekarang yang menjadikan kebudayaan barat sebagai gaya hidup anak-anak sehingga dianggap hal yang lumrah, padahal semua itu jauh dari tuntunan ajaran Islam.

Mari kita tanamkan dan perkuat ketauhidan anak-anak kita sehingga mereka memiliki kontrol spiritual yang akan menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Wallahu ‘alam bishawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *