Presiden Prancis Cacat Mental - Majalah Islam Digital Tafaqquh

Presiden Prancis Cacat Mental

3 weeks ago
1056

Kritikan keras bahwa Presiden Prancis, Emmanuel Macron, cacat mental tersebut datang dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Meski Turki saat ini sedang krisis moneter, Erdogan tidak takut untuk mengkritik Prancis dan tidak menghiraukan dampak ekonominya, karena memang sikap Presiden Prancis itu sudah tidak bisa ditolerir. “Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Muslim dan Islam? Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mental,” kata Erdogan dalam pidatonya di kongres provinsi Partai AK di kota Kayseri, Turki Tengah sebagaimana dilansir dari Reuters, Sabtu (24/10). “Apa lagi yang bisa dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan yang berperilaku seperti ini kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan anggota dari agama yang berbeda?” tambah Erdogan (republika.co.id).

Jamise Syar'i

Berawal dari seorang guru sejarah di Prancis yang menampilkan kartun hinaan untuk Nabi Muhammad saw sebagai teroris, lalu kepalanya dipenggal oleh seorang remaja Islam, Macron kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa agama Islam sedang krisis dan kemudian dengan resmi menginstruksikan agar kartun hinaan untuk Nabi saw itu ditampilkan di Prancis. Presiden Prancis itu berdalih bahwa asas Negara Prancis adalah sekularisme yang mengagungkan kebebasan berpendapat dan tidak menutupnya hanya karena menghargai satu kelompok, sebab itu akan meretakkan persatuan rakyat Prancis.

Terang saja Macron dan semua rakyat Prancis yang mendukungnya benar-benar cacat mental. Mereka tidak bisa membedakan mana wilayah kebebasan berekspresi dan mana wilayah menghargai keyakinan orang lain. Buktinya Negara Prancis melancarkan protes keras kepada Turki dan memanggil Dubesnya ketika Presidennya disebut cacat mental oleh Erdogan. Bukankah pernyataan Erdogan itu masih bagian dari kebebasan berekspresi, lalu mengapa Prancis tidak menghargainya? Di sini terlihat jelas bahwa Presiden Prancis cacat mental. Padahal jelas sudah diajarkan dan dipraktikkan di mana pun bahwa kebebasan itu mustahil tanpa batas. Pasti ada batas-batasnya, yaitu tidak boleh sampai menghina dan mengganggu orang lain apalagi itu adalah simbol-simbol keagamaan.

Presiden Prancis dan rakyat yang mendukungnya jelas cacat mental jika mereka tidak bisa membedakan antara Islam, umat Islam, dan kaum teroris yang beragama Islam. Apakah ketika ada teroris dari bangsa Prancis boleh disimpulkan bahwa bangsa Prancis adalah bangsa teroris. Jika kebetulan pelakunya adalah penganut Kristen apakah boleh disimpulkan juga bahwa agama Kristen sedang krisis karena mengajarkan terorisme. Pola pikir yang simplisistis seperti ini tidak layak dimiliki oleh seorang Presiden Negara yang mengklaim sebagai Negara maju kecuali dari seseorang yang jelas cacat mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *